Sabtu, 12 September 2020

PEMBELAJARAN ATLETIK

 Atletik adalah olahraga yang paling tua. Mulai zaman dahulu manusia telah mengenal olahraga, yaitu berlari, berburu, lempar lembing, dan lain sebagainya. Olahraga atletik mengalami perkembangan menjadi cabang olahraga lainnya, oleh karenanya atletik disebut sebagai mother of sport, yaitu ibu dari segala cabang olahraga lainnya. Di zaman Yunani Kuno, juga diadakan atletik dengan tujuan yaitu untuk mencari orang yang terkuat, tercepat, dan tertinggi (portius, atletis, sitius). Atletik diperlombakan di Olimpiade modern pada tahun 1896 di kota Athena Yunani. Di negara kita (Indonesia), atletik dipertandingkan untuk pertama kalinya pada PON ke-1 di kota Solo di tahun 1948. Cabang Atletik meliputi jalan, lari, lompat, dan lempar. Dari cabang olahraga lari, lompat, dan lempat tersebut masih dibagi lagi dalam beberapa kategori nomor. Contohnya, dalam cabang olahraga lari dibagai menjadi 3 nomor, antara lain nomor lari jarang pendek, lari jarak menengah, dan lari jarak jauh dan sebagainya. Umuumnya, cabang atletik ini dilakukan di sebuah lapangan yang disebut track and fields atau lintasan dan lapangan.

Olahraga lari merupakan salah satu cabang yang ada dalam atletik. Pengertian lari adalah gerakan melangkah dengan kecepatan tinggi. Sedangkan nomor-nomor/ macam macam lari terdiri dari:
1. Lari jarak pendek: a). putra berjarak 100 m, 200 m, dan 400 m b). putri berjarak 100 m, 200 m, dan juga 400 m
2. Lari jarak menengah: a). putra berjarak 800 m, 1.500 m, 3.000 m (special chosse) b). putri berjarak  800 m, 1.500m, 3.000 m
3. Lari jarak jauh, putra berjarak  5.000 m, 10.000 m
4. Jalan cepat: a). putra berjarak  10 km, 20 km b). putri berjarak  5 km, 10 km
5. Lari estafet: a). putra berjarak 4 × 100 m, 4 × 400 m b). putri berjarak  4 × 100 m, 4 × 400 m
6. Lari gawang: a). putra berjarak  110 m, 400 m b). putri berjarak  100 m, 400 m
7. Lari maraton putra/ putri berjarak  42,195 k

lapangan olahraga lari


Olahraga Lari : Macam-macam Lari, Teknik Lari Jarak Pendek Olahraga Lari

Pembahasan lari di kelas 7 ini yaitu tentang lari jarak pendekHal-hal yang wajib untuk dipelajari dalam lari jarak pendek (sprint) yaitu teknik start, gerakan lari, dan gerakan masuk finis. Untuk seorang pelari jarak pendek (sprinter) kunci pertama adalah penguasaan terhadap teknik start. Keterlambatan pada saat start atau ketidakcermatan dalam melakukan start dapat merugikan pelari itu sendiri.

1. Teknik Dasar Lari Jarak Pendek
Aba-aba bersedia, posisi badan dibungkukkan, kemudian posisi kedua tangan diletakkan di belakang garis start. Pada aba-aba siap, lutut diangkat, kedua kaki sedikit bergerak, pandangan mata ke depan, namun pendek. Pada aba-aba yaa atau adanya bunyi pistol, secara pelari secara refleks bertolak ke depan.

a. Sikap melangkah. Kaki diangkat kemudian ditekuk dengan cara bergantian, kemudian kaki digerakkan ke depan, jari-jari kaki sempit

b. Sikap badan. Yaitu sikap badan bergerak ke depan, kaki menumpu dan mendorong pinggul ke depan.
c. Sikap tangan. Kedua tangan mengayun mengimbangi gerakan kedua kaki.
d. Pandangan. Pandangan mata mengarah ke depan ± 10 m.

2. Start
Macam-macam start dalam nomor lari terbagi menjadi 3 macam, antara lain: a. Start berdiri (standing start). Untuk start berdiri dipakai dalam lari jarak menengah dan jarak jauh. b. Start melayang (flying start). Pada start melayang dipakai oleh pelari II, III, dan IV lari dalam lari estafet 4 × 100 m. c. Start jongkok (cruched start). Sedangkan start jongkok dipakai dalam lari jarak pendek. Start jongkok terbagi menjadi 3 macam start, antara lain: 1. Start pendek (bunch start) 2. Start menengah (medium start) 3. Start panjang (long start)
Cara melakukan start jongkok yaitu
a. Lutut kaki belakang diposisikan atau diletakkan pada ujung kaki yang di depan dengan jarak satu kepal tangan.

b. Kedua lengan lurus sejajar dengan bahu. Telapak tangan (jari-jari) letakkan di belakang garis start. c. Pandangan mata lurus ke depan lintasan. 
d. Berat badan berada di kedua tangan. Pada waktu ada aba-aba, ya memindahkan gerak ke depan. Aba-aba start: bersedia, siap, ya! (bunyi pistol/peluit), maka seorang pelari akan refleks melesat bertolak ke depan.

3. Teknik Lari
Teknik lari dilakukan dengan cara: a). Langkah atau gerakan kaki adalah selebar dan dilakukan secepat mungkin. b). Pendaratan kaki pada ujung telapak kaki. c. Sikap badan condong ke depan.

4. Akhir Lari/Finis
Pengertian finis adalah penyelesaian akhir lari. Terdapat 3 macam cara untuk masuk finis, yaitu: a. Lari terus tanpa berhenti tanpa mengurangi kecepatan. b. Pada waktu menyentuh pita, posisi dada dicondongkan ke arah depan dan kedua tangan diayun ke belakang. c. Pada waktu menyentuh bola, posisi dada diputar dengan ayunan tangan ke depan.

Lompat merupakan salah satu bagian dari cabang olahraga atletik. Pengertian olahraga lompat adalah bergerak dengan mengangkat kaki ke depan (ke bawah atau ke atas) dan secara cepat menurunkannya kembali. Jenis-jenis atau nomor lompat terdiri atas: 1. Lompat jauh; 2. Lompat tinggi; 3. Lompat galah; 4. Lompat jangkit.
1. Lompat Jauh (Long Jump)
Lompat jauh adalah gerakan melompat ke depan dengan cara bertolak pada satu kaki untuk mencapai suatu kejauhan yang dapat dijangkau. Teknik dasar lompat jauh dipelajari lewat gerakan awalan, tumpuan, saat melayang di udara, dan mendarat. Fungsinya yaitu untuk mencapai lompatan sejauh mungkin dengan benar dan juga selamat.

a. Teknik awalan
Teknik awalan lompat jauh adalah. 1). Berdiri, kaki terbuka, salah satu kaki ke depan. 2). Melakukan gerakan ancang-ancang 30 sampai 40 m, mulai pergerakan lari lambat, lari dipercepat, hingga di papan tumpuan.

b. Teknik tumpuan
Teknik tumpuan lompat jauh adalah. 1). Tolakan dilakukan dengan menggunakan kaki yang kuat, aktif, dan cepat di papan tumpuan. 2). Pinggang bergerak lurus ke depan. 3. Kedua tangan ayun ke depan. 4. Kedua kaki lurus ke depan.

c. Teknik saat melayang di udara
Teknik saat melayang di udara lompat jauh, yaitu. 1). Kedua kaki diluruskan dan cepat dibengkokkan. 2). Badan melayang condong ke depan. 3). Kedua tangan membantu ayunan tubuh.

d. Mendarat
Pada waktu mendarat, hindari gerakan tubuh berat ke belakang, sebab akan mengurangi daya dorong ke depan. Teknik mendarat lompat jauh adalah: 1). Kedua kaki lurus sebelum mendarat lalu dibengkokkan. 2). Badan condong ke depan. 3). Kedua lengan diayun ke belakang. 4). Punggung didorong maksimal ke depan.

Berikut merupakan perihal yang harus dihindari dalam melakukan olahraga lompat jauh, di antaranya: a). Jangan mengubah kecepatan lari. b). Latihan secara berulang-ulang pada saat kaki tumpuan. c). Badan miring jauh ke depan. d). Melayang tak seimbang. e). Hindari mendarat dengan memakai satu kaki.
Lapangan Lompat Jauh

Lapangam Lompat Jauh
2. Lompat Tinggi (High Jump)
lompat tinggi

Tahap latihan lompat tinggi dimulai dari tahap pengenalan, lompat tinggi sederhana dengan mistar rendah, atau tahap lompat tinggi tanpa mistar.

Teknik dasar dipelajari dalam rangka untuk mencapai lompatan setinggi mungkin dengan benar dan juga selamat.

a. Teknik awalan lompat tinggi
Tahap awalan maksudnya yaitu untuk bersiap-siap melakukan tolakan. Tiga hingga tujuh langkah dan langkah terakhir panjang, dan berat badan ada di belakang. Arah lari ± 40° dari mistar. Dalam hal melakukan awalan dibutuhkan kecepatan untuk memberikan momentum terhadap badan saat melewati mistar. Oleh sebab itu, dalam awalan dibutuhkan kecepatan tinggi.

b. Teknik tolakan (tumpuan) lompat tinggi
Tahap tolakan merupakan hal yang penting untuk dipelajari supaya menciptakan tolakan yang maksimum dan cepat secara vertikal, tahap gerakannya: 1). Pilih salah satu kaki yang kuat, untuk menolak ke depan pada tumit. 2). Kaki yang lainnya berfungsi membantu tolakan ke atas untuk mengangkat badan melewati mistar. 3. Badan diangkat berguling di atas mistar.

c. Melayang pada lompat tinggi
Pada waktu melayang, anggota badan tidak diperkenankan menjatuhkan mistar, apabila mistar terjatuh, maka lompatan dinyatakan tidak sah. Diulang sampai 3 kali lompatan. Teknik melayang tersebut adalah: 1). Posisi dari badan dipertahankan di atas mistar & berguling. 2). Kedua tangan diayunkan mengikuti gerakan badan berguling.

d. Pendaratan olahraga lompat tinggi
pendaratan lompat tinggi

Dalam hal pendaratan harus hati-hati dalam rangka untuk menghindari kecelakaan atau cedera olahraga, olehkarenanya pada waktu mendarat adalah dengan menjatuhkan badan pada bagian belakang bahu atau punggung atau bagian belakang kepala.

Nomor lempar/ tolak adalah termasuk ke dalam salah satu cabang olahraga atletik yang dipertandingkan. Macam -macam nomor lempar/tolak, terdiri dari : 1). Tolak peluru 2). Lempar cakram 3). Lempar lembing 4). Lempar martil.

1. Tolak Peluru (Shot Put)

Olahraga tolak peluru adalah merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Tujuan yang ingin dicapai dalam tolak peluru yaitu untuk dapat mencapai jarak tolakan yang sejauh mungkin. Sesuai dengan namanya bahwa peluru bukan dilempar, namun dilakukan dengan cara ditolak atau didorong dengan memakai satu tangan yang bermula dari pangkal bahu. Tolak peluru awalan mundur disebut juga awalan membelakangi arah tolakan atau gaya Pat O’Brien sebab awalan tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Fery O’brien dan gaya inilah yang dapat menghasilkan tolakan paling jauh apabila dibandingkan dengan awalan lainnya. Sebelum melakukan praktik tolak peluru, teman-teman alangkah baiknya mengetahui bentuk lapangan dan juga ukuran lapangan tolak peluru, serta fasilitas lain yang diperlukan.
Keterangan gambar lapangan tolak peluru:
a. Garis tengah berukuran 2,135 m
b. Lanjutan garis tengah berukuran 0,75 m
c. Panjang balok lempar berukuran 1,22 m
d. Tebal balok berukuran 11,4 cm
e. Tinggi balok berukuran 10 cm
f. Sektor lemparan berukuran 45 derajat
g. Lebar garis berukuran 5 cm
h. Lingkaran lempar terbuat dari besi tinggi 2 cm dan dengan tebal 66 mm.

Ukuran berat peluru dalam olahraga tolak peluru adalah sebagai berikut:
a. Berat untuk putra beratnya adalah 6,25 kg sampai 7,25 kg.
b. Berat untuk putri beratnya adalah 3 kg sampai 4 kg. Untuk ukuran berat pada anak-anak sekolah berat peluru yaitu 6,25 kg untuk putra dan untuk putri biasanya 3 kg. Berat peluru untuk putri ukuran internasional yaitu 4 kg, sedangkan untuk putra beratnya adalah 7,25 kg.

Tujuan dari tolak peluru adalah dapat menolak peluru/besi bulat sejauh-jauhnya. Adapun untuk teknik dasar dalam tolak peluru meliputi cara memegang, ancang-ancang, tolakan, dan gerakan akhir.

a. Cara memegang peluru.
1). Peluru dipegang dengan memakai ruas jari dan posisinya diletakkan di bawah telinga. 2). Berdiri arah menyamping lemparan.

b. Ancang-ancang.
1). Badan agak dicondongkan ke samping, berat badan pada kaki yang bertumpu. 2). Kaki yang lainnya bergeser ke arah samping. 3). Siku tangan tetap dipertahankan.

c. Tolakan
1). Putar pinggang dan juga bahu ke samping (depan). 2). Putar seluruh badan secara cepat. 3). Pada saat melakukan perputaran badan, tukar kaki yang di depan dengan kaki yang di belakang sambil melakukan hentakan. 4). Tolak peluru dengan memakai ayunan tajam dari samping kaki ke atas lurus.

d. Gerakan akhir
Tetelah melakukan gerakan badan ke arah samping lemparan. Kemudian dilanjutkan dengan menjaga keseibambungan tubuh agar tidak melewati batas lemparan, karena jika melewati batas lemparan maka lemparan yang dilakukan dianggap tidak sah.

Tekniknya yaitu: 1). Bertukar kaki yang belakang dengan kaki yang berada di depan, setelah menolak peluru. 2). Kaki yang di belakang diluruskan untuk menjaga keseimbangan

2. Lempar Lembing (Javelin Throw)

Sama sepertinya olah raga tolak peluru, pada lempar lembing juga mempunyai tujuan melempar lembing sejauhjauhnya. Teknik dasarnya adalah:

a. Cara memegang lembing
Terdapat tiga cara memegang lembing dalam olahraga lempar lembing, antara lain:
1. Cara biasa (Amerika style)
2. Cara Finlandia (Finlandia style)
3. Cara menjepit (Tang style)

b. Cara melempar
Melempar lembing bisa dilakukan dengan cara antara lain: 1). Aoabila melempar dilakukan dengan tangan kanan, maka kaki kiri di depan, kaki kanan di belakang dan sekitarnya. 2). Tangan yang memegang lembing diluruskan ke belakang. 3). Kaki belakang dibengkokkan mengikuti badannya turut ke belakang. 4). Berat badan berada di kaki belakang. 5). Pada waktu lembing dilempar tekuk lengan ke dalam, bersamaan punggung berputar ke depan. 6)Lembing dilepas melalui atas kepala.

c. Gerakan akhir
Tukar kaki yang posisinya di belakang dengan kaki yang berada di depan, untuk menjaga keseimbangan.

Berikut merupakan hal-hal yang harus dihindari dalam lempar lembing, antara lain meliputi: a). Memegang lembing dengan tangan tegang. b). Melompat. c). Melangkah dengan salah. d). Lembing agak ke bawah saat dilempar. e). Menempatkan kaki yang posisinya di depan terlalu jauh ke samping kiri. f). Melempar berputar ke samping badan.

3. Lempar Cakram (Discus Throw)


Tujuan dari olahraga lempar cakram yaitu melempar cakram sejauh-jauhnya. Awalan dari melempar cakram bukanlah lari, namun dengan putaran (ayunan), ada yang menyamping dan membelakangi arah lemparan.

Adapun teknik dasar lempar cakram adalah:

a. Cara memegang
Teknik memegang cakram bisa dilakukan dengan cara, antara lain: 1). Cakram diletakkan pada telapak tangan kiri, lalu tangan kanan di atas. Kedua jari saling bertemu, ibu jari bebas. 2). Badan diputar/ diayun sambil memegang cakram.

b. Cara melempar cakram
Teknik melempar cakram bisa dilakukan dengan cara, antara lain: 1). Cakram dikait, dengan lengan lurus ke bawah, diayun ke depan 3 kali. 2). Kaki dibuka sejajar, menyamping arah lemparan. 3). Berat badan berada pada kaki belakang. 4). Cakram dilempar, berat badan berada pada kaki belakang & punggung tangan ada di atas. Jari kelingking membantu pada waktu lepasnya cakram ke depan.

c. Gerakan akhir
Gerakan akhir lempar cakram yaitu: 1). Gerakan kaki mengikuti putaran badan terakhir. 2). Salah satu kaki ke depan, dan kaki yang lain diluruskan ke belakang untuk menjaga keseimbangan supaya anggota badan tidak melewati garis batas lemparan.

Hal-hal yang harus dihindari dalam olahraga lempar cakram, antara lain meliputi: a). Cakram terjatuh; b). Berputar tanpa ada poros kaki; c). Terlalu membungkuk; d). Melompat; e). Terlalu tegang; f). Mendahului lemparan dengan lengan.


sumber materi : https://www.aanwijzing.com/2019/01/atletik-materi-penjas-orkes-smp-mts-kelas-7.html

Minggu, 30 Agustus 2020

PERMAINAN BOLA BESAR ( BOLA BASKET ) UNTUK PEMBELAJARAN SMP

Permainan Bola Basket

James A. Naismith  pada tahun 1891 menciptakan dan mengembangkan permainan bola basket di YMCA (Young Man Christian Association), Massachusett, Amerika Serikat.

Permainan bola basket mulai masuk ke Indonesia karena dibawa oleh bangsa Belanda dan yang memperkenalkan adalah Tonny When Dai Wimlatumenten. Kemudian permainan ini dipertandingkan dalam PON I di Solo tepatnya pada tahun 1948.

Dalam setiap pertandingan, permainan bola basket dibagi menjadi dua regu dan untuk setiap regu terdiri atas 5 pemain. Permainan basket membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang baik. Selain cara bermain bola basket harus menguasai teknik-teknik dasar permainan basket.

Teknik-teknik dasar permainan bola basket, antara lain: Dribbling (menggiring bola), passing (mengoper), shooting (menembak), pivot (berputar dengan satu kaki sebagai poros), rebound (merajah bola atau menangkap bola pantul dari papan dengan posisi badan berada di udara), mengenal posisi pemain basket, dan koordinasi antarpemain dalam satu tim.

1. Teknik Dasar Dribel (Menggiring Bola)

Teknik dasar ini antara lain meliputi :

a. Dribel tinggi, pada teknik dasar basket ini memiliki tujuan untuk menggiring bola sambil pemain basket berjalan atau berlari secara pelan-pelan ke depan. Pada umumnya dribel tinggi ini dipakai pada waktu jauh dari penjagaan lawan.

b. Dribel rendah, pada teknik dasar bola basket ini dilakukan dengan tujuan yaitu menghindari lawan yang ingin merebut bola dan dilaksanakan dengan tempo yang lambat/ cepat sambil mencari arah dan jalan untuk menghindarinya. Pada umumnya dribel rendah ini juga dipakai untuk melakukan terobosan ke arah pertahanan permainan lawan.

-Metode dribel tinggi


Cara melakukan teknik dribel tinggi :

1. Berdiri tegak dengan posisi kedua kaki sejajar dan selebar dengan bahu.

2. Bola dipantulkan di samping kanan depan apabila dribel dilakukan dengan memakai tangan kanan, dan begitu sebaliknya.

3. Gerakan tangan mendorong bola turun naik dengan kondisi yang rileks (jangan kaku).

4. Jari-jari dibuka dan dikasih gerakan sentakan (snap) pada akhir gerakan.

5. Untuk ketinggian pantulan bola yaitu antara pinggang dan bahu.

6. Pandangan mata yaitu ke depan (bagi pemain pemula diperkenankan untuk melihat bolanya).

Dalam melaksanakan teknik dasar bola basket ini dilakukan di tempat, berjalan, dan terakhir sambal berlari. Untuk memperoleh pengenalan gerak secara baik, disarankan dilakukan gerakan di tempat tanpa bola. Latihan dribel tinggi ini dijalankan dengan bermacam-macam variasi yaitu dari yang mudah hinga yang sulit.

-Metode dribel rendah

 


Cara melakukan dribel rendah yaitu :

1. Berdiri dengan kedua kaki yang dibuka selebar bahu dan salah satu dari kaki posisinya di depan. Jika mendribel dengan tangan kanan, maka kaki yang kiri posisinya berada di depan, dan begitu dengan posisi sebaliknya.

2. Kedua lutut sedikit dibengkokkan dan posisi badan sedikit condong ke depan.

3. Ketinggian bola pantulan yaitu di antara lutut dan pinggang.

4. Pelaksanaan dari latihan bisa dimulai dengan melakukan di tempat, bergeser ke kiri dan juga kanan, dan bergeser maju dan mundur, serta dengan berlari.

2. Teknik Dasar Passing (Operan)

Cara melakukan Passing yaitu:

a. Operan dada (chest pass)



1. Berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka selebar bahu, dan posisi dari salah satu kaki berada di depan.

2. Bola berada di depan dada.

3. Posisi siku tidak terbuka lebar dan tidak pula dirapatkan ke badan.

4. Dorong bola basket lurus ke depan sehingga tangan menjadi lurus dan diakhiri dengan adanya sentakan pergelangan tangan (snap).

5. Pada waktu melakukan dorongan bola, badan condong ke depan dan bersamaan dengan berpindahnya kaki belakang ke depan (melangkah).

6. Pandangan dari mata yaitu tetap ke arah bola yang akan dioper.

Latihan untuk para pemain pemula, arah bola wajib ke dada penerima bola dan jalannya bola jangan parabola, namun lurus.

b. Operan pantul (bounce pass)

Operan Pantul



Cara melakukan operan pantul yaitu :

1. Sikap permulaan sama dengan untuk operan dada.

2. Bola didorong ke arah lantai (dipantulkan) dengan jarak sekitar 1/3 dari penerima.

3. Pandangan mata yaitu ke arah bola yang dipantulkan lalu ke penerima.

c. Operan dari atas kepala (overhead pass)

Operan Atas Kepala

 


Cara melakukan operan dari atas kepala :

1. Berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu, dan posisi dari salah satu kaki di depan.

2. Kedua tangan yang memegang bola posisinya berada di atas kepala.

3. Siku sedikit agak dibengkokkan.

4. Operkan bola basket ke depan lurus dengan menjatuhkan kedua tangannya ke depan bawah diiringi dengan sentakan dari pergelangan tangan dan melangkahkan kaki.

5. Pandangan darii mata mengikuti arah jalannya bola.

6. Arah bola adalah dada penerima bola dan jalannya bola harus lurus tidak parabola.


3. Menembak (Shooting)

a. Menembak bola diam di tempat (set shoot) dengan menggunakan satu tangan    

Menembak dengan satu tangan



Teknik melakukan set shoot:

1. Berdiri tegak dengan kaki dibuka selebar bahu dan salah satu dari kaki berada di depan (umumnya kaki yang berada di depan adalah kaki yang berlawanan dengan tangan yang menembak).

2. Bola dipegang di depan perut.

3. Bola diangkat ke atas dengan posisi di depan mata atau di depan hidung.

4. Jika melakukan shooting dengan mengunakan tangan kanan, maka telapak tangan kanan diputar menghadap ke arah basket.

5. Posisi tangan kiri berada di samping untuk melakukan control terhadap bola.

6. Kaki sedikit dibengkokkan dan bersamaan dengan kaki diluruskan, maka tangan melakukan dorongan terhadap bola hingga siku lurus, diakhiri dengan gerakan sentakan dari pergelangan tangan.

7. Arah dari pandangan mata ke arah ring basket.

8. Bisa dilakukan dengan gerakan tanpa bola.

9. Arah putaran bola yaitu berkebalikan dengan arah jalan bola (back spin).

10. Dalam melakukan gerakan shooting ini, seluruh dari anggota badan dalam kondisi yang rileks dan tidak tegang.

b.   Menembak diam di tempat dengan dua tangan

Menembak diam di tempat dengan dua tangan



Teknik melakukan menembak diam di tempat dengan dua tangan yaitu :

1. Sikap badan dan cara memegang bola yaitu sama dengan melakukan tembakan diam dengan satu tangan.

2. Bola didorong yaitu mulai dari depan dada ke arah depan atas.

3. Pandangan mata adalah ke arah ring basket.

4. Putaran bola back spin dan bisa dilakukan tanpa bola.

5. Dalam melakukan gerakan shooting ini, seluruh anggota badan dalam keadaan yang rileks.

6. Jangan melakukan shooting secara terburu-buru, tetapi melakukannya dengan kondisi konsentrasi dan juga tenang.

c. Menembak sambil melompat (jump shoot)

jump shoot



Teknik jump shoot yaitu:

1. Pertama-tama dilakukan dengan keadaan berdiri diam di tempat dengan salah satu kaki berada di depan atau kaki sejajar.

2. Bola dipegang pada posisi di depan dada.

3. Berbarengan dengan gerakan melompat ke atas, maka bola juga diangkat ke atas di depan kepala.

4. Pada waktu mencapai titik yang tertinggi, maka dilakukan gerakan menembak ke ring basket (gerakan menembak seperti halnya pada set shoot).

5. Pada waktu mendarat, mak kaki harus lentur (tidak kaku).

6. Arah pandangan mata yaitu ke arah ring basket.

d. Lay up shoot

Lay up shoot

Teknik dasar ini dapat dilakukan dari arah sebelah kiri papan atau biasa juga dilakukan dari sebelah kanan papan (ring basket). Jika dilakukan dari sebelah kanan, maka kaki kiri adalah kaki tumpuan dan langkah pertama dilakukan dengan kaki kanan, dan sebaliknya.



1. Pertama-tama dilakukan dengan posisi badan diam.

2. Posisi bola dipegang di depan badan.

3. Kaki kanan atau kaki kiri sebagai kaki tumpuan berada di depan.

4. Untuk gerakan kaki kanan atau kaki kiri yang berada di belakang ke arah depan (gerakan melompat) dengan hitungan satu.

5. Selanjutnya langkahkan kaki tumpuan tadi ke arah yang sama dengan jarak yang lebih pendek, yang kemudian dilanjutkan dengan meloncat setinggi-tingginya sambil melepaskan bola ke arah ring basket (hitungan 2 dan 3).

6. Sesudah pemain bisa, maka dapat dilakukan dengan berjalan lalu berlari.

4. Pivot

Pengertian pivot adalah gerakan berputar, dan salah satu dari kakinya sebagai poros dengan posisi tangan memegang bola.

a. Pivot ke depan badan (front pivot)

Pivot ke depan badan



Teknik Pivot:

1. Berdiri tegak dengan kedua kaki yang dibuka selebar bahu.

2. Salah satu dari kaki dipakai sebagai poros dan kaki yang lain dipindahkan melalui depan badan.

3. Berat badan dipindahkan sesuai dengan arah dari gerakan putaran badan.

4. Kaki poros berputar dengan ujung kaki.

5. Gerakan memutar ini didahului dengan pandangan mata.

b. Pivot ke belakang badan (reverse pivot)

Pivot ke belakang badan



5. Rebound

Rebound

Pengertian rebound adalah gerakan melompat untuk merajah/ menangkap bola yang terpantul dari papan.



Teknik dalam rebound:

a. Berdiri dengan kedua yang posisi kaki dibuka dalam sikap ingin meloncat.

b. Lakukan loncatan setinggi-tingginya dengan dibantu dengan gerakan tangan.

c. Posisi dari badan di udara lurus, begitu juga dengan posisi tangan lurus ke atas siap untuk melakukan tangkapan terhadap bola.

d. Pandangan mata menuju ke arah bola dan kemudian tangkap bola pada waktu telah mencapai loncatan paling tinggi.

e. Setelah bola ditangkap dan badan dalam posisi sudah turun, maka yang dilakukan adalah secepatnya bola ditarik ke depan dada.

f. Pada waktu melakukan pendaratan harus dengan kedua kaki (kaki harus lentur/tidak kaku).

Langkah selanjutnya yang harus dikuasai adalah sebagai berikut.

1. Taktik Pertahanan (Defensive)

Taktik pertahanan berdasarkan pada jumlah pemain bertahan, maka dapat dibagi menjadi:

Individual (perorangan). Pada taktik pertahanan individual, terdiri dari: 1). Menjaga pemain lawan yang sedang memegang bola. 2). Menjaga pemain lawan yang tidak sedang memegang bola. 3). Menjaga pemain khusus (pemain tinggi, shooter). 4). Posisi dan cara membantu teman. 5). Pada waktu melakukan intercept/steal.

Grup (2 atau 3 orang). Taktik pertahanan grup (2 atau 3 orang), terdiri dari: 1). Menghadapi blocking (tidak melakukan switch). 2). Melakukan switch (tukar jaga pemain lawan).

Tim (5 orang). Taktik pertahanan tim (5 orang), terdiri atas:

1). Penjagaan daerah (zone defence). Terdapat beberapa macam cara penjagaan zone, antara lain terdiri dari: 1 - 3 - 1; 1 - 2 - 2; 2 - 1 - 2; 3 - 2; dan 2 - 3, ada pula dengan zone press dengan posisi seperti halnya di atas, baik itu dilakukan satu lapangan ataupun setengah lapangan.

2). Penjagaan orang perorangan (man to man). Terdapat banyak cara penjagaan man to man, baik dengan pressing maupun biasa, baik dengan trap maupun tidak.

3). Penjagaan kombinasi antara zone dan man to man Misalnya: a). satu orang man to man & empat orang zone b). dua orang man to man & tiga orang zone.

2. Taktik Penyerangan (Offensive)

a. Serangan perorangan

b. Teknik serangan tim

c. Fast break (serangan kilat)

Ukuran Bola Basket

Ukuran dan berat bola basket yang disetujui oleh FIBA yaitu:

Beratnya adalah 567 – 650 gram

Keliling bola adalah 749 – 780 mm.

Ukuran dan berat bola basket yang digunakan dalam pertandingan NBA yaitu:

Berat bola adalah 623, 7 gram.

Kelilling bola adalah 749,3 mm – 755,65 mm yang di ukur dari garis bola. Jika diukur dari permukaan bola, maka keliling bola basket harus mencapai 752,5 mm – 758,8 mm.

Ukuran bola basket yang dipakai dalam sebuah pertandingan yang ditetapkan NCAA:

Berat bolanya adalah 567 – 623,7 gram.

Keliling bola antara 749,3 – 762 mm.



Lapangan Bola Basket

lapangan bola basket

 


 sumber : www. Aanwijzing.com : Ayo membaca...!!! yang di edit oleh penulis

 

 

Senin, 10 Agustus 2020

PERMAINAN BOLA VOLI: Pengertian, Sejarah, Peraturan & Teknik Dasar Bola Vol

Permainan Bola Voli merupakan olahraga yang menggunakan bola berbahan karet atau kulit dan dimainkan secara berkelompok oleh dua tim. Setiap tim terdiri dari 6 orang pemain yang area permainannya dipisahkan oleh net.

Tujuan olahraga ini adalah memukul bola hingga melewati net sekaligus menjatuhkannya ke lantai lapangan di area lawan. Cara memukul bolanya pun tidak boleh sembarangan, karena ada teknik-teknik tertentu yang harus dikuasai para pemain.

Permainannya sendiri dibagi menjadi 2–3 babak. Tim yang mendapatkan skor 25 terlebih dahulu akan dinyatakan sebagai pemenang di babak tersebut. Pemenang pertandingan adalah tim yang berhasil memenangkan dua babak.

Sejarah Bola Voli 

Olahraga bola voli diciptakan pertama kali oleh William G. Morgan di sekitar akhir abad 19. William G. Morgan dahulunya bekerja di Young Men’s Christian Association (YMCA) di Massachusetts, khususnya di bidang pendidikan jasmani. William G. Morgan awalnya terinspirasi dari basket yang diciptakan oleh James Naismith. William rupanya ingin menciptakan sebuah permainan untuk orang-orang tua, sebuah olahraga yang tidak terlalu menuntut kekuatan fisik seperti berlari. Dari sinilah William akhirnya menciptakan permainan yang diberi nama mintonette. Mintonette yang dikenal sebagai voli di zaman sekarang ini merupakan olahraga yang menggabungkan unsur basket, bulu tangkis, hingga baseball. Seiring dengan berjalannya waktu, mintonette disukai oleh banyak orang dan permainan ini pun semakin berkembang. Namanya pun resmi berubah menjadi volleyball (bola voli) pada tahun 1896. Di Indonesia sendiri, permainan bola voli ini sudah dikenal sejak masa penjajahan. Negara Belanda dulunya “membawa” olahraga ini ke Indonesia dan memainkannya bersama golongan bangsawan.Sejak saat itulah olahraga voli terus mengalami perkembangan, terutama setelah Indonesia merdeka. Klub-klub bola voli mulai bermunculan di berbagai daerah. Pada tahun 1955, akhirnya dibentuklah sebuah organisasi untuk olahraga voli, yaitu PBVSI.

1.  Aturan Main dan Pelanggaran

  • Setiap tim terdiri dari enam orang. Ada empat peran yang harus dimiliki setiap tim, yaitu spikertosserdefender, dan libero.
  • Jumlah pemain dalam satu tim minimal empat orang.
  • Permainan dimulai dengan lempar koin untuk menentukan tim mana yang berhak melakukan servis pertama kali.
  • Servis dilakukan di luar garis lapangan dan bola harus bisa melewati net.
  • Bola dinyatakan out apabila keluar dari garis lapangan.
  • Pemain harus melakukan passingsmash, dan teknik lainnya di area lapangannya sendiri. Artinya, pemain tidak boleh sampai melewati batas net atau masuk ke area lawan.
  • Bola dinyatakan masuk apabila sudah menyentuh lantai dan berada di dalam garis lapangan permainan.
  • Pemain hanya boleh memukul/memantulkan bola, bukan menangkap atau melemparnya seperti pada permainan basket. Menangkap dan melempar bola akan dinilai sebagai suatu pelanggaran.
  • Pemain boleh menggunakan anggota tubuh mana saja untuk memantulkan bola. Pemain dianggap melakukan pelanggaran apabila memantulkan bola dengan cara menendang.
  • Tidak ada batasan untuk pergantian pemain dan boleh dilakukan berkali-kali.
  • Pemain dilarang menyentuh net secara sengaja maupun tidak sengaja.
  • Berbicara kasar, baik kepada tim lawan maupun wasit, bisa dianggap sebagai pelanggaran.

2. Penghitungan skor

Permainan bola voli biasanya berlangsung selama 3-5 set atau selisih kemenangan 2 set.  Sementara untuk penghitungan skor, olahraga ini menggunakan sistem rally point dengan jumlah poin 25. Artinya, tim yang mendapatkan poin 25 terlebih dahulu akan dinyatakan menang di babak tersebut. Akan tetapi, apabila terjadi skor seri (misalnya 24-24), poin kemenangan akan berubah. Pertandingan otomatis dilanjutkan sampai ada salah satu tim yang berhasil memimpin dengan selisih dua angka.

Sama seperti olahraga lainnya, voli juga dimainkan di lapangan dengan ukuran tertentu. Tak hanya luas lapangan, Anda juga harus mengetahui setiap aspek yang ada di dalamnya, termasuk net dan bola.

1. Lapangan Bola Voli

ukuran lapangan bola voli
via google images
  • Panjang : 18 meter
  • Lebar : 9 meter
  • Lebar garis lapangan : 5 cm
  • Area serang : 3 meter dari garis tengah
  • Panjang area servis : 3 meter di belakang garis lapangan

2. Net Bola Voli

pixabay.com
  • Tinggi net untuk voli putra : 2,43 meter
  • Tinggi net untuk voli putri : 2,24 meter
  • Panjang net : 9 meter
  • Lebar net : 1 meter
  • Jarak tiang net dengan garis tepi lapangan :  0,5–1 meter
  • Lebar pita tepian net : 5 cm
  • Ukuran jaring : 10 cm (berbentuk persegi)
  • Tinggi antena : 80 cm di atas net

3. Bola Voli

revide.com.br
  • Bahan : kulit atau yang sintetis
  • Bentuk : bulat sempurna
  • Diameter : 18–20 cm
  • Keliling lingkaran : 65–67 cm
  • Berat : 260–280 gram
  • Tekanan : 4,26 – 4,61 hPa/psi

Teknik Dasar Bola Voli

Bermain voli membutuhkan teknik-teknik tertentu, jadi pemain pun tidak bisa memukul bola seenaknya. Setidaknya ada empat teknik dasar yang harus dikuasai oleh para pemain, yaitu servis, passingsmash, dan juga blocking.

1. Servis

teknik dasar bola voli
pcdn.co

Servis adalah memukul bola dari luar garis lapangan untuk memulai permainan. Servis bisa sangat menentukan jalannya permainan, karena itu pukulan bola harus dilakukan dengan kuat dan tepat. Melakukan servis pun tidak boleh sembarangan dan ada tekniknya.

Macam-macam servis sebagai berikut.

a. Servis Bawah
Servis ini cocok dilakukan oleh pemula, langkah awalnya dengan memegang bola di tangan kiri, posisikan agak di depan badan dan sejajar pinggang. Tangan kanan (posisi mengepal) kemudian berayun dari belakang ke depan dan memukul bola dari arah bawah.

b. Servis Atas
Servis ini dilakukan dengan posisi bola berada di atas. Servis ini pun bisa dilakukan dengan beberapa jenis teknik, misalnya floating dan jumping service.

2. Passing

Teknik passing dilakukan untuk mengendalikan permainan. Pemain dapat melakukan passing  untuk menerima bola, menangkis, sekaligus mengembalikan serangan lawan. Passing juga berguna untuk mengoper bola atau memberikan umpan kepada rekan satu tim.

Sama seperti servis, passing juga dilakukan dengan dua macam cara.

a. Passing Atas
Teknik ini biasanya dilakukan untuk memberikan umpan kepada rekan setim yang akan melakukan smashPassing atas dilakukan dengan kedua tangan. Bola diterima dengan kedua telapak tangan lalu melambungkannya lagi ke atas atau ke arah yang diinginkan.

b. Passing Bawah
Teknik ini dilakukan ketika bola sudah berada di posisi rendah (di bawah kepala). Teknik inipun dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu satu dan dua tangan.

3. Smash atau Spike

via google images

Smash termasuk dalam teknik menyerang yang membutuhkan insting, kekuatan tangan, dan juga keakuratan tinggi. Smash bertujuan untuk mematahkan serangan lawan sekaligus untuk mencetak poin.

Teknik melakukan smash pun hampir mirip seperti jumping service, yaitu dengan cara melompat dan memukul bola dengan sangat kuat. Setidaknya, ada empat tahap gerakan dalam melakukan smash, yaitu berlari, melompat, memukul bola, lalu mendarat.

4. Blocking

liputan6.com

Teknik ini berguna untuk menahan serangan sekaligus mencegah agar lawan gagal mencetak poin. Cara melakukan blocking adalah berdiri di dekat net dan harus dalam posisi siap melompat.

Ketika serangan bola datang, pemain harus langsung melompat sambil mengangkat kedua tangan untuk menghalau bola. Teknik ini memang terlihat lebih mudah ketimbang yang lainnya, tetapi blocking tetap membutuhkan latihan agar pemain bisa menguasainya.


Sumber materi : https://salamadian.com/permainan-bola-voli/


PING PONG ADALAH TENIS MEJA

  PENGERTIAN TENIS MEJA: Sejarah, Peraturan & Teknik Dasar Tenis Meja Pengertian Tenis Meja  – Di kalangan masyarakat Indonesia, tenis...